Teori Spiral Kebisuan

Teori ini dapat menjawab bagaimana interaksi antara opini masyarakat dengan isi pesan media. Bagaimana isi media mempengaruhi opini masyarakat? Bagaimana individu memiliki opini mengenai berbagai masalah sosial kemasyarakatan?.

Teori spiral kebisuan menyandarkan gagasannya pada tiga pernyataan (premise) atau asumsi dasar dan berdasarkan penjelasan mengenai opini publik sebagai latar belakangnya.
1. Individu dengan pandangan menyimpang akan terancam terisolir dari masyarakat.
2. Kekhawatiran akan terisolir menyebabkan individu selalu mempertimbangkan situasi iklim pendapat sepanjang waktu,
3. Perilaku publik dipengaruhi oleh penilaian terhadap opini publik.

Teori spiral kebisuan merupakan gejala atau fenomena yang melibatkan saluran komunikasi personal dan komunikasi melalui media. Media berfungsi menyebarluaskan opini publik yang menghasilkan pendapat atau pandangan yang dominan, sementara individu dalam hal menyampaikan pandangannya akan bergantung pada pandangan dominan, sedangkan media, pada gilirannya cenderung memberitakan pandangan yang terungkap, dan karenanya spiral kebisuan berlanjut.

Opini individu terhadap suatu masalah selalu mengalami perubahan dalam periode waktu tertentu. Dengan kata lain, orang tidak akan memiliki opini bersifat permanen atau statis. Pengaruh media terhadap diri individu sering kali sangat halus sehingga tidak terasa, namun terkadang sangat kuat dan langsung.

Teori spiral kebisuan mengajukan gagasan bahwa orang-orang yang percaya bahwa pendapat mereka mengenai berbagai isu publik merupakan pandangan minoritas cenderung akan menahan diri untuk mengemukakan pandangannya, sedangkan mereka yang meyakini bahwa pandangannya mewakili mayoritas cenderung mengeemukakannya kepada orang lain.

Menurut Noelle-Neumann mendefinisikan opini publik sebagai sikap atau perilaku yang harus dikemukakan seseorang di depan publik jika ia tidak ingin dirinya terisolir; dalam wilayah kontoroversi atau perubahan, opini publik adalah sikap yang dapat ditunjukkan seseorang tanpa bahaya sosial terhadap dirinya. Dengan demikian, opini publik mengacu pada perasaan bersama dari suatu populasi atas suatu masalah tertentu.

Posted on July 25, 2012, in Komunikasi Massa and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: