Teori Kognitif Sosial

Teori kognitf sosial memiliki argumentasi bahwa manusia meniru perilaku yang dilihatnya, dan proses peniruan ini terjadi melalui dua cara, yaitu imitasi dan identifikasi. Imitasi adalah replikasi atau peniruan secara langsung dari perilaku yang diamati, Identifikasi merupakan perilaku meniru yang bersifat khusus yang mana pengamat tidak meniru secara persis sama apa yang dilihatnya, namun membuatnya menjadi lebih umum dengan memiliki tanggapan yang berhubungan. Misal, anak kecil yang menonton film kartun Tom and Jerry sedang memukul dengan tongkat, tetapi meniru dengan menyiram kakaknya dengan seember air.

Teori kognitif sosial menjelaskan pemikiran dan tindakan manusia sebagai proses dari apa yang dinamakan dengan tiga penyebab timbal balik (triadic reciprocal causation), artinya pemikiran dan perilaku ditentukan oleh tiga faktor yang saling berinteraksi dan salaing mempengaruhi. Ketiga penyebab itu adalah (1) perilaku, (2) karakteristik personal seperti kualitas kognitif dan biologis, (3) faktor lingkungan atau peristiwa.

Manusia memiliki kemampuan belajar, namun beberapa sifat kognitif berbeda menjadikan manusia berbeda dengan satu lainnya. Teori kognitif sosial memberikan penekanan pada pentingnya karakteristik atau sifat manusia yang unik, terdiri atas empat sifat, yaitu simbolisasi, pengaturan diri, koreksi diri, dan kemampuan belajar.
1. Simbolisasi
Manusia memiliki kemampuan atau kapasitas untuk memahami dan menggunakan berbagai simbol yang memungkinkan manusia untuk menyimpan, memproses, dan mentransformasikan pengalaman ke dalam berbagai model kognitif yang akan memandu mereka dalam melakukan berbagai tindakan atau membuat keputusan di massa depan.
2. Pengaturan Diri
Kemampuan mengatur diri sendiri mencakup konsep-konsep seperti motivasi dan evaluasi. Manusia memiliki kemampuan untuk memotivasi diri mereka untuk mencapai tujuan tertentu.
3. Koreksi Diri
Kemampuan untuk bercermin atau melakukan refleksi terhadap diri sendiri melibatkan proses verifikasi pikiran, yaitu kemampuan orang untuk melakukan koreksi terhadap diri guna memastikan pemikirannya benar.
4. Kemampuan Belajar
Kemampuan untuk belajar dari sumber lain tanpa harus memiliki pengalaman secara langsung. Kemampuan ini biasanya mengacu pada penggunaan media massa, baik secara positif maupun negatif.

Daftar Pustaka : “Teori Komunikasi Massa”.

Morissan, M.A., Dr. Andy Corry Wardhani, M.Si., Dr.Farid Hamid U, M.Si.

Posted on July 25, 2012, in Komunikasi Massa and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: