Teori Interaksi Simbolik

Teori ini menyatakan bahwa lambang atau simbol kebudayaan dipelajari melalui interaksi, orang memberi makna terhadap segala hal yang akan mengontrol sikap tindak mereka.

Teori interaksi simbolik memfokuskan perhatiaanya pada cara-cara yang digunakan manusia untuk membentuk makna dan struktur masyarakat melalui percakapan. Teori interaksi simbolik mendasarkan gagasannya pada tiga tema penting:

(a) pentingnya makna dalam perilaku manusia;

(b) pentingnya konsep diri;

(c) hubungan antara individu dengan masyarakat.

Menurut paham interaksi simbolik, individu berinteraksi dengan individu lainnya sehingga menghasilkan suatu ide tertentu mengenai diri. Kita memiliki diri karena kita dapat menanggapi diri kita sebagai suatu objek. Karena alasan diri sebagai objek inilah maka kita kadang-kadang memberikan reaksi yang menyenangkan kepada diri kita. Kita merasa bahagia, bangga dan bersemangat kepada diri kita sendiri.

Posted on July 25, 2012, in Komunikasi Massa and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: