Teori Agenda Setting

Maxwell McCombs dan Donald Shaw adalah yang pertama kali mengemukakan istilah ‘agenda setting’ (1972). Denis McQuail (2000) mengatakan bahwa istilah ‘agenda setting’ diciptakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw (1972, 1993), untuk menjelaskan gejala atau fenomena kegiatan kampanye pemilihan umum yang telah lama diamati dan diteliti oleh kedua sarjana tersebut. Penelitian McCombs dan Shaw merupakan tonggak awal perkembangan teori agenda setting.

E.M. Griffin (2003) menyatakan bahwa McCombs dan Donald Shaw meminjam istilah ‘agenda setting’ dari sarjana ilmu politik Bernard Cohen (1963) melalui laporan penelitiaannya mengenai fungsi khusus media massa. Dalam penelitiaannya, Cohen mengemukakan pernyataannya yang terkenal disebut sebagai mantra dari agenda setting. The mass media may not succesful in telling us what to think, but they are stunningly succesful in telling us what think about (media massa mungkin tidak berhasil mengatakan kepada kita apa yang harus dipikirkan, tetapi mereka sangat berhasil untuk mengatakan kepada kita hal-hal apa saja yang harus kita pikirkan).

Dearing dan Rogers (1996) mendefinisikan agenda setting sebagai: an ongoing competition among issue protagonist to gain the attention of media profesionals, the public and policy elites. (persaingan terus-menerus di antara berbagai isu penting untuk mendapatkan perhatian dari para pekerja media, publik, dan penguasa).

Jenning Bryant dan Susan Thompson (2002) menyatakan agenda setting adalah : A strong link between news stories and public issue salience, or the importance placed upon particular issues (hubungan yang kuat antara berita yang disampaikan media dengan isu-isu yang dinilai penting oleh publik).

Lazarsfeld menyatakan agenda setting sebagai: the power to structure issues (kekuasaan untuk mengatur berbagai isu).

Maxwell McCombs dan Donald Shaw menyatakan bahwa: mass media have the ability to transfer the salience of items on thier news agendas to the public agenda. We jugde as important what the media judge as important. (media massa memiliki kemampuan memindahkan hal-hal penting dari agenda berita mereka menjadi agenda publik. Kita menilai penting apa saja yang dinilai penting oleh media). Dalam hal ini, McCombs dan Shaw tidak menyatakan bahwa media secara sengaja berupaya mempengaruhi publik, tetapi publik melihat kepada para profesional yang bekerja pada media massa untuk meminta petunjuk kepada media ke mana publik harus memfokuskan perhatiannya.

Daftar Pustaka : “Teori Komunikasi Massa”.

Morissan, M.A., Dr. Andy Corry Wardhani, M.Si., Dr.Farid Hamid U, M.Si.

Posted on July 25, 2012, in Komunikasi Massa and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: