Resensi Buku “The Secret” Kaitannya Dengan Paradigma Islam

Judul Buku    : The Secret
Pengarang     : Rhonda Byrne
Tebal Buku    : 236 Halaman
Penerbit         : TS Production Limited Liability Company, 2006.
(Hak Cipta Terjemahaan Indonesia, PT Gramedia Pustaka Utama).
Cetakan          : Keempat belas, Januari 2012.

Resensi Buku “The Secret”

The Secret awalnya adalah sebuah film dokumenter yang dirilis sebelumnya. Kemudian penulis membuat buku ini dengan harapan menghadirkan cinta dan kegembiraan pada seluruh dunia.

Buku ini ditulis oleh Rhonda Byrne dimana beliau terinspirasi berdasarkan pengalaman pelik yang dialaminya. Beliau telah melakukan perjalanannya, dalam menulis buku ini, ia membangun sebuah tim yang terdiri atas para pengarang, metafisikawan, fisikawan kuantum, dokter, filsuf, konsultan keuangan, ahli feng shui, pelayan umat, guru, pembuat film, perancang, dan penerbit.

Buku ini merupakan salah satu buku terlaris di dunia. Secret atau dalam bahasa indonesia berarti Rahasia. Buku ini mengungkapkan pernik-pernik rahasia besar yang telah ada dalam tradisi lisan, kesusastraan, agama, dan filsafat selama berabad-abad. Untuk pertama kalinya, semua percik rahasia ini disatukan dalam sebuah pesan yang akan mengubah hidup orang-orang yang mengalaminya.

Rahasia ini telah diwariskan selama berabad-abad, didambakan banyak orang, disembunyikan, dihilangkan, dicuri, dan dibeli dengan harga yang sangat mahal. Rahasia ini telah dipahami orang-orang ternama dalam sejarah: Plato, Shakespeare, Newton, Galileo, Beethoven, Edison, Einstein, dan para penemu, teolog, ilmuwan, serta para pemikir besar. Sekarang, Rahasia ini diungkapkan kepada dunia.

Seperti di atas, begitu juga di bawah.
Seperti di dalam, begitu juga di luar.
-Batu berukir Emerald, tahun 3000 SM –

Dalam buku ini, kita akan mempelajari cara menggunakan Rahasia di dalam setiap aspek kehidupan- keuangan, kesehatan, relasi, kebahagiaan, dan dalam setiap interaksi yang kita alami di dunia. Kita akan mulai memahami kekuatan yang tersembunyi dan belum pernah tersentuh di dalam diri kita, dan pesan ini dapat menghadirkan kegembiraan dalam setiap aspek kehidupan.
Buku ini berisi kearifan dari para guru masa kini yang telah menggunakannya untuk mencapai kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Dengan menerapkan pengetahuan Rahasia “bepikir positif, maka kita akan mendapatkan sesuatu positif”, mereka mengangkat kisah-kisah yang menarik tentang menyembuhkan penyakit, memperoleh kekayaan, mengatasi hambatan, dan mencapai hal-hal yang dianggap mustahil.

Secara garis besar, ungkapan dalam buku ini bahwa interaksi antara diri kita sebagai manusia dengan alam semesta adalah hukum tarik-menarik. “Energi-energi” tidak kasat mata yang ada di alam semesta ini akan bergerak sesuai keinginan/kehendak/pikiran dari manusia. Yakni, kita dapat memiliki atau melakukan segala sesuatu yang kita inginkan dengan berpikir positif, maka energi yang tersalurkan ke alam semesta ini akan positif pula. Kalau saya telaah, hal tersebut selaras dengan sebuah ungkapan dalam bahasa arab Man Jadda Wa Jadda, artinya “barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berhasil”. Disamping itu, saya juga telaah hal-hal yang diungkapkan dalam buku ini secara garis besar dari segi perspektif islam. Hal-hal tersebut selaras dengan hadis.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah SWT berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)

Hadis qudsi yang artinya:
“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepadaku.” (HR. Bukhari no. 7066 dan Muslim no. 2675).

Buku ini juga menyinggung tentang ungkapan Rahasia tentang manfaat rasa bersyukur, jika kita bersyukur dan ikhlas dengan yang keadaan kita saat ini, maka kita akan mendapatkan nikmat yang berlipat ganda. Lagi-lagi saya telaah dan teringat akan ayat suci Alquran :

“Dan ketika Tuhan-mu mengumumkan’Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak karunia kepadamu; dan jika kamu tidak mensyukuri, sesungguhnya azabku sangat keras’ “ (QS Ibrahim [14]: 8 )
“Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha mulia” (QS An-Naml [27]: 40)

Buku ini baik dan inspiratif untuk dibaca. Terlebih lagi setelah saya menonton film dokumenter The Secret ini. Saya semakin paham dan menyadari ketika saya memilih buku ini untuk tugas komunikasi sosial, ternyata saya telah mempraktekan siklus Rahasia yang diungkap dari buku ini. Contoh-contoh sederhana lainnya, dalam Rahasia relasi, saat saya memikirkan tentang seseorang teman kerabat yang sudah lama tidak bertemu, ketika frekuensi energi tersebut begitu kuat dalam alam pikiran saya, tanpa bermaksud apapun, berpikir dengan ikhlas, secara mengejutkan beberapa hari kemudian teman saya tersebut mengirimkan pesan di facebook saya. Disamping itu, buku ini juga mengingatkan saya akan rasa syukur kepada tuhan YME dibandingkan masa lalu saya (latar belakang historis keluarga, pendidikan, dan pembentukan karakter).

Tentu saja, pada halaman-halaman berikutnya. Saya akan mengupas serta membahas lebih lanjut mengenai Rahasia dalam buku ini. Mulai dari Pengungkapan Rahasia, Penyederhanaan Rahasia, Cara Menggunakan Rahasia, Proses Penuh Daya, Rahasia Uang, Rahasia Relasi, Rahasia Kesehatan, Rahasia Dunia, Rahasia Anda, dan Rahasia Kehidupan.
Namun, merupakan hal wajib bagi kita terutama kaum intelektual, agar tidak membaca dan memahami sebuah buku secara “mentah-mentah”. Apalagi, jika buku yang dibaca adalah terjemahaan dari suatu bahasa asing. Sebaiknya dalam membaca sebuah buku perlu kita telaah lagi baik secara logis maupun spiritual (sebagai bangsa yang beragama). Bahwa segala sesuatu hasil ciptaan manusia di muka dunia ini, tidak ada yang sempurna, pasti ada kelebihan dan kekurangan. Kita ambil dari sisi positif-nya saja.

“Setiap pikiranmu adalah hal yang nyata – suatu daya.”
Prentice Mulford (1834 – 1891)

“Getaran dari kekuatan mental adalah kekuatan yang paling halus, dan akibatnya paling berdaya dari segala yang ada.”
Charles Haanel (1866 – 1949)

“Anda menciptakan semesta Anda sendiri saat Anda memulainya.”
Winston Churchill

“Ayun langkah pertama dalam iman. Anda tidak harus melihat seluruh anak tangga. Hanya mengambil langkah pertama”
Dr. Martin Luther King Jr. (1929 – 1968)

“Bahwa manusia dapat mengubah dirinya sendiri… dan menguasai takdirnya sendiri adalah kesimpulan akal yang sudah menyadari kekuatan pikiran yang benar”
Christian D. Larson (1866 – 1954)

“Diri kita adalah akibat dari apa yang sudah kita pikirkan”
Budha (563 – 483 SM)

“Jika Anda baru mengetahui bahwa perasaan syukur membawa seluruh pikiran Anda lebih selaras dengan energi-energi kreatif dari semesta, renungkanlah dengan baik, Anda akan memahami bahwa hal itu memang benar. Banyak orang yang menjalani hidup cukup benar, tetapi tetap miskin karena kurang bersyukur”  Wallace Wattles (1860 – 1911)

“Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah gambar pendahulu dari peristiwa hidup yang menjelang”
Albert Einstein (1879 – 1955)

“Saya tidak dapat mengatakan seperti apa daya ini. Yang saya ketahui adalah daya ini memang ada.”
Alexander Graham Bell (1847 – 1922)

“Kabar gembiranya adalah pada saat Anda memutuskan apa yang Anda ketahui lebih penting daripada ajaran keyakinan Anda, Anda telah memindahkan roda gigi dalam pencarian kelimpahan. Sukses datang dari dalam, bukan dari luar.” Ralph Waldo Emerson (1803 – 1882)

“Apa yang Anda tolak akan bertahan.” Carl Jung (1875 – 1961)

“Sembilan puluh persen dari keberadaan Anda tidak kasatmata dan tidak dapat disentuh.” R. Buckminster Fuller (1895 – 1983)

“Terlepas dari apakah Anda berpikir Anda bisa atau Anda tidak bisa, Anda benar dalam keduanya.”
Henry Ford (1863 – 1947)

Lihat selengkapnya…

Posted on June 29, 2012, in Resensi Buku and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: